Penampakan Isi Pabrik Hankook

Penampakan Isi Pabrik Hankook

Write By: VelgMobil Published In: Automotive Created Date: 2018-09-25 Hits: 179 Comment: 0

HTI atau kepanjangannya adalah Pabrik Hankook Tire Indonesia adalah sebuah basis produksi yang ketujuh setelah negara Korea Selatan, Hungaria dan Cina. Pabrik yang disiyalir memulai operasinya pada tahun 2013 ini berdiri di atas sebuah lahan yang luasnya sebesar 60 hektar, yang terletak di kawasan Cikarang, Provinsi Jawa Barat.

Pabrik yang beroperasi sudah masuk ke tahap fase 2 ini dari rencana sampai fase 5. Total investasi yang dikeluarkan sebanyak US$ 650 juta sampai pada tahap ini.

Daya serap SDMnya atau Sumber Daya Manusianya dapat digolongkan tinggi, jumlah tenaga kerja yang khusus di pabrik bisa mencapai sebanyak 1.852 orang. Proses produksinya berlangsung selama 24 jam dan dibagi dalam 3 shift. Maka dari itu mampu membuat sebanyak 32.000 ban perharinya atau kurang lebih 12 juta ban pertahunnya.

Ban produksi dari HTI ini diekspor ke arah bagian Amerika Utara, Timur Tengah, Eropa, Amerika Selatan, Asia Tenggara demi memenuhi pasar domestik Indonesia. Dengan kata lainnya, pabrik dengan skala global ini mengutamakan pasar ekspor.

Perhitungan persentasenya adalah sebesar 92% ekspor dan 8% domestik. Bahan bakunya 100% menggunakan karet lokal dari Indonesia. Kebanyakan diambil dari Kalimantan dan Sumatera, bahkan produksi ke pasar Eropa juga menggunakan bahan baku dari Indonesia.

Pabrik HTI ini memiliki visi untuk menjadi pabrik hijau dan juga cerdas. Perhatian kepada lingkungan hidup pun dilakukan melalui pemakaian Bahan Bakar Gas atau disingkat PNG sebagai yang menjadi bahan bakar utamanya. Terdapat pula Waste Water Treatment Plant dan Dust Collector demi air tidak menjadi tercemar dan udara di lingkungan sekitarnya.

Jika kita lihat dari sisi luarnya, pabrik HTI ini terlihat besar juga megah. Panjangnya mencapai lebih dari 1 kilometer. Area yang dapat dilewati dalam tur pabrik saat ini sangat luas.

Tahap awalnya dalam sebuah proses produksi ban dengan proses pencampuran atau mixing dari bahan baku mentahnya. Setelah kemudian menjadi lembaran-lembaran karet, lalu memasuki proses pencetakan tapak dan dinding bannya.