Para Pengendara Sepeda Motor DKI Jakarta Dikenakan Sistem Ganjil-Genap

Para Pengendara Sepeda Motor DKI Jakarta Dikenakan Sistem Ganjil-Genap

Write By: VelgMobil Published In: Lifestyle Created Date: 2019-08-06 Hits: 59 Comment: 0

Para pengendara sepeda motor akan dikenakan juga sistem ganjil genap seperti pada mobil. Tak cuma itu saja, ini juga diperuntukkan bagi perluasan wilayah dari sistem itu.

Antara tanggal 5 s/d tanggal 31 Agustus 2019, tepat diberlakukannya sosialisasi perluasan untuk kawasan ganjil genap bagi pengendara kendaraan roda empat (mobil) dan kendaraaan roda dua (motor). Wilayah jalan tambahan yang dimaksudkan di sini adalah untuk Jalan Panglima Polim, RS. Fatmawati, Pramuka, Sisingamangaraja, Kramat Jaya, Salemba Raya, Majapahit, Gunung Sahari, Hayam Wuruk, Gajah Mada, Balikpapan, Suryopranoto dan Jalan Tomang Raya.

Sebelumnya, untuk pemberlakuan tersebut hanya diperuntukkan pada Jalan Medan Merdeka Barat, Jenderal Sudirman, M.H Thamrin, Gatot Subroto, Jenderal S. Parman, M.T Haryono, H.R Rasuna Said, Jenderal D.I Panjaitan, dan Jalan Jenderal Ahmad Yani. Perkara paparan dari kebijakan yang tadi sudah disebutkan, masyarakat pun disarankan untuk menunggu informasi yang lebih lanjut dan resmi atas hal yang dimaksudkan tadi. Dengan kata lain, pemberlakuan ini masih belum fixed adanya.

Pada pagi ini kami ditengah berdiskusi dengan Korlantas Polri, BPTJ, Ditlantas Polda Metro Jaya, dan organisasi yang terkait dengan perluasan akan pembatasan lalu lintas dengan sistem ganjil genap. Pada forum tersebut juga dibahas pengendalian akan pencemaran/polusi udara, percepatan perpindahan pengguna dari kendaraan pribadi menjadi kepada kendaraan angkutan umum, dan pembentukan kawasan lalu lintas, mengarah kepada postingan pada halaman Instagram Dishub DKI Jakarta.

Pemerintah Daerah, kayanya sedang berusaha untuk mengatasi problematika kota Jakarta yaitu kemacetan. mau bagaimana lagi, Jakarta adalah kota kita. Semuanya terpaksa harus melakukan komutasi demi sesuap nasi. Hingga bertumpuk pada jantung Ibu Kota kita tercinta ini. Polusi juga terus bertambah, membuat petugas aparat "tidak tidur" mencari solusi guna mengurangi populasi jumlah dari kendaraan yang ada di jalanan. Masyarakat semakin seperti disarankan untuk beralih pada kendaraan transportasi umum dan meninggalkan kendaraan pribadinya masing-masing. Sebuah langkah yang positif memang guna mengurangi kemacetan Ibu Kota. Fasilitas tersebut juga didukung atas sudah banyak jalur bus Transjakarta, LRT dan MRT yang terus semakin diupayakan menjadi semakin sempurna.

Akan tetapi, apa benar seluruhnya akan berdampak positif? Dikarenakan semuanya ini masih belum terlaksana dengan baik. Diperlukan adanya kendaraan untuk penyambung untuk mengakses fasilitas tersebut. Ditambah lagi pada masa pembangunan sekarang ini, otomatis jalur lalu lintas pun bisa dikatakan lumpuh. Kendaraan komuter paling masuk akal, adalah hanya sepeda motor.

Oleh karena itu, pemerintah harus membuat kajian ulang dan memperhitungkan dari segi aspek ekonomi serta sosial dari peraturan ini, yang terpenting lagi adalah efek bagi usaha ojek online (ojol).