Manfaat Penggunaan Nitrogen Untuk Tekanan Angin Ban Mobil

Manfaat Penggunaan Nitrogen Untuk Tekanan Angin Ban Mobil

Write By: VelgMobil Published In: Automotive Created Date: 2019-08-16 Hits: 72 Comment: 0

Tidak sedikit para pengendara kendaraan yang akhirnya beralih ke nitrogen gunA mengisi tekanan angin pada ban kendaraannya masing-masing. Mereka yakin kalau alat ukur tekanan pada ban akan lebih akurat apabila memakai jenis udara yang satu ini.

Akan tetapi apakah nitrogen ini hanya memiliki fungsi itu saja?

Hal pertamanya adalah, Nitrogen ini tidak mudah kempes. Molekul yang terdapat pada udara gas nitrogen ini padat dan lebih besar dibandingkan udara biasa. Alhasil, angin dengan tekanan gas nitrogen ini tidak akan mudah terbuang melalui celah yang disebabkan oleh pori-pori ban. Nitrogen ini dapat membantu Anda yang biasanya kelupaan untuk melakukan pengecekan pada tekanan angin ban.

Yang kedua ialah, sifatnya yang lebih dingin. Gas nitrogen ini terasa lebih dingin dibandingkan dengan udara biasa. Hal ini yang membuatnya susah untuk memuai saat cuaca sedang panas, seperti halnya pada mobil yang dipacu di jalan Tol Trans Jawa. Lalu udara yang biasa itu kandungan airnya masih banyak. Saat ban bekerja, panas yang diakibatkan dari tekanan tinggi pada ban tersebut akan membuat airnya menjadi menguap dan membuat panasnya jadi menyebar ke bagian dalam ban sehingga akan berpotensi jadi meledak apabila dipicu.

Hal Ketiga yaitu udara yang biasa terdiri sekitar 21 persen oksigen dan 78 persen gas nitrogen. Kadar oksigennya yang tinggi itu yang membuat udara biasa ini menjadi mudah mengikat air yang terdapat pada udara bebas. Berbeda dengan gas Nitrogen yang murni yang hanya 5 persen oksigen dan 95 persen nitrogen. Kandungan air yang begitu besar pada udara biasa dapat mengakibatkan karat mudah muncul. Terutama pada pelek yang terbuat dari bahan logam biasa. Uap air yang mengalir melalui pori-pori pada ban dapat menciptakan karat, terutama apabila anyaman kawat pada ban menjadi terluka.

MENJAGA PERFORMA BAN

Hal penting yang keempat adalah adanya kandungan air yang begitu besar dapat menyebabkan ban dengan angin yang biasa menjadi lebih terasa berat dibanding dengan ban yang diisi dengan gas nitrogen saat dibandingkan dengan volume tekanan yang sama. Apalagi jika molekul gas nitrogen padat, besar, dan mudah meenmpati ruangan membuatnya berada pada bentuk yang maksimal. Ini tentu akan membuat bannya dapat berotasi menjadi lebih ringan pada jalanan meskipun dengan kondisi kinerja yang melelahkan.

Kelima yaitu, perpanduan keuntungan di atas membuat ban terasa tangguh, ringan, dan handal pada segala kondisi jalanan. Ban tidak jadi mudah kempes. Ban juga tidak akan mudah meledak dikarenakan suhu kinerja pada ban yang relatif stabil, rendah, dan konstan. Molekul gas pada nitrogen yang padat, besar, dan menempati setiap sudut ruangan, menjadikan postur pada ban yang mendekati sifat ideal sehingga telapak pada ban bisa mencengkeram permukaan jalanan yang pas dan kelenturan pada dinding ban dapat terjaga pada level terbaiknya.

Hal terakhir yang keenam ini ialah irit bahan bakar. Ban yang bekerja secara optimal dapat membuat mesin menjadi tidak perlu terlalu mengali tenaga lebih besar guna menggerakkannya. Daya cengkeram pada ban yang pas yang dikarenakan oleh tekanan angin yang sesuai dan rata dari rekomendasi pabrik dapat membuat ban menggelinding dengan mudahnya. Selain irit bahan bakar, usia pemakaian ban juga dapat meningkat dikarenakan kondisi fisiknya yang dapat selalu terjaga dengan baik. Namun ada catatannya, usia pada ban juga bisa tergantung pada kondisi jalan dan cara berkendara yang dilalui si pengenrada itu sendiri.