Bahaya Kursi Rotan Tambahan Pada Motor Untuk Anak Kecil

Bahaya Kursi Rotan Tambahan Pada Motor Untuk Anak Kecil

Write By: VelgMobil Published In: Lifestyle Created Date: 2018-09-12 Hits: 398 Comment: 0

Emak-emak jaman now tidak sedikit yang memanfaatkan sepeda motornya untuk mengantar jemput. Bahkan untuk menambahkan kursi duduk tambahan seperti yang terbuat dari rotan dan diletakan di dek tengah.

Akan tetapi tahukan Anda bahwa menggunakan kursi rotan tambahan seperti begitu bisa dikatakan berbahaya bagi keselamatan anak Anda yang yang masih kecil yang duduk pada kursi tersebut. Hal inipun diungkapkan pula langsung oleh Edo Rusyanto, selaku Pemerhati Keselamatan Jalan.

Edo juga mengatakan untuk keberadaan kursi rotan bisa mengurangi kinerja bagi pengendara untuk menjaga keseimbangannya ketika berkendara seperti berbelok.

"Jangan lupa juga bahwa prinsip bersepeda motor adalah dengan menjaga kestabilan atau keseimbangan pada roda dua yang melaju di jalanan aspal," lanjut Edo.

Menambahkan kursi tambahan atau kursi rotan demi menambah jumlah penumpang jelas sudah melanggar UU No 22 tahun 2009 mengenai LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan), yang isinya adalah menegaskan bahwa sepeda motor hanya untuk dua orang saja; satu pengendaranya dan satu penumpangnya.

Memang masih belum banyak informasi lagi tentang keselamatan dari kursi rotan ini bagi masyarakat. Wajar saja apabila di kemudian hari kursi tambahan yang terbuat dari rotan ini dapat dijual bebas pada toko-toko di pinggir-pinggir jalan atau juga secara online.

Padahal jika masyarakat lebih paham lagi maka seseorang akan langsung tersadar bahwa jika anak di tempatkan pada bagian depan dengan kursi tambahannya maka akan membahayakan keselamatannya.

Tips Berboncengan

Edo membagikan beberapa tips untuk berkendara lebih aman untuk orangtua yang memiliki balita atau anak yang masih di bawah usia 12 tahun.

Prinsip pertamanya ialah pengendara dan penumpang harus menyatu dan juga penumpang harus berpegangan erat dengan pengendara.

"Selain itu lagi, satu irama dengan gerakan pengendara, yang maksudnya adalah tidak berlawanan arah (satu ke arah kanan dan yang satunya ke arah kiri). Hal ini dapat menjadi gangguan bagi keseimbangan si pengendara untuk menstabilkan sepeda motornya agar terus melaju," tambahnya lagi.